Sementara itu, perusahaan investigasi TRM Labs, mengatakan beberapa elemen serangan tersebut mirip dengan insiden-insiden sebelumnya yang dikaitkan dengan Korea Utara, termasuk peretasan Bybit.

Lima tahun terakhir, industri kripto dirundung kerugian masif akibat peretas. Di hampir semua kasus, penyelidik menyalahkan hacker Korut, merujuk pada Grup Lazarus yang bereputasi buruk, juga dikenal sebagai TraderTraitor. Nama-nama ini merujuk pada kelompok penjahat siber yang dituduh bekerja langsung untuk rezim tersebut.

Chainalysis, sebuah firma analitik kripto, menyatakan keyakinan tinggi bahwa entitas Korea Utara terkait dengan peretasan ini.

Korea Utara adalah negara miskin dengan industri sangat minim dan dijatuhi sanksi internasional berat. Ahli menyebut mereka menggunakan kejahatan siber sebagai cara untuk mendatangkan uang.

Korut selalu membantah hal ini, tapi banyaknya bukti dari analisis aliran mata uang kripto dan wawancara dari orang dalam yang membelot sangatlah meyakinkan.