Selain pengendalian diri sendiri, Afrizal punya cara lain untuk mengembalikan situasi. Salah satunya dengan mengganggu konsentrasi lawan lewat cara legal. Tiap kali berhasil melepaskan lemparan bola sesuai keinginannya, Afrizal langsung berteriak, yang cukup memecah situasi tenang di lapangan.
"Sebenarnya itu cuma buat pressure lawan saja. Itu saya lakukan di setiap pertandingan. Kurang tau deh tadi berhasil (mempengaruhi lawan) atau enggak," ucap Afrizal yang kemudian tertawa.
Afrizal pun kemudian berbicara mengenai gaya nyentrik rambutnya yang dicat warna biru. Ia sengaja mengecat rambutnya dengan warna biru karena ingin tampil berbeda.
"Saya warnain biru karena (bola) boccia itu biru dan merah. Nah, kalau merah kan sudah banyak (yang mengecat), makanya saya pilih biru," ungkap Afrizal.
Berbeda dengan Afrizal, Gischa Zayana yang tampil di kategori individu BC2 bermain lebih tenang. Dalam pertandingan pembuka grup B, dia menang telak atas wakil Kamboja, Sas Sorn, dengan skor 7-2. Padahal, Gischa sempat mengawali laga dengan tertinggal dua angka.
Gischa mengaku sempat merasa tegang pada awal laga. Setelah tertinggal dari lawannya, ia mencoba untuk tampil tenang dan berhasil mendapatkan tujuh poin kemenangan.