"Tadi sempat sedikit nervous, karena melihat stadion yang ramai, demam panggungnya agak kerasa. Setelah itu saya mencoba untuk lebih menguatkan mental lagi, lebih tenang dan bermain dengan baik," kata Gischa.
Namun, persaingan di pool B masih berjalan. Gischa perlu mengalahkan dua lawannya yakni Satanan Phromsiri dari Thailand dan Zhazira Satybaldyeva dari Kirgistan. Jika lolos grup, Gischa akan bertemu lawan-lawan dari pool A dan pool C.
"Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan mendapatkan medali," ucap atlet kelahiran 3 Mei 2005 ini.
Pada hari pertama ini, total ada enam pertandingan yang dijalani lima atlet boccia Indonesia. Selain Afrizal dan Gischa, ada juga Handayani (BC1 putri), Felix Ardi Yudha (BC2 putra) dan Muhammad Bintang Satria Herlangga (BC2 putra). Gischa menjadi satu-satunya atlet yang akan bertanding dua kali di hari pertama ini.
Untuk hasil akhir, tim boccia Indonesia sukses sapu bersih pada hari pertama. Handayani sukses melibas wakil Macau, U Kei Tang, 13-0. Kemudian, Bintang Satria membantai wakil Uzbekistan, Nizomiddin Khayriddinnov, 13-1 dan Felix Ardi membantai wakil Mongolia, Irmuun Khurelbaatar 17-0.Gischa Zayana juga tampil gemilang pada laga kedua dengan menang telak atas wakil Kirgistan, Zhazira Satybaldyeva, 20-0. Mereka akan kembali bertanding pada hari Senin (19/10/2026).