ASII juga akan melakukan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) atas saham Astra Otoparts (AUTO). Pelaksanaan VTO berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026. ASII menargetkan pembelian maksimal 238,44 juta saham AUTO atau 4,95% dari modal disetor dengan harga Rp3.600 per saham.
Nilai transaksi maksimal mencapai Rp858,39 miliar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya ASII memperkuat kepemilikan pada bisnis komponen otomotif.
PGEO telah menyelesaikan pengeboran lima sumur panas bumi di tiga wilayah operasional sepanjang 2026. Pengeboran tersebut terdiri atas satu sumur eksplorasi GTG-B.1 di Gunung Tiga yang selesai pada 9 Juni 2026 dan empat sumur penopang produksi atau make-up well di Lumut Balai, Ulubelu, dan Lahendong.
Khusus di Lumut Balai, kegiatan pengeboran tersebut mendukung pengembangan Unit 3 dengan kapasitas 55 MW. Secara keseluruhan, PGEO saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW. Kapasitas tersebut setara sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi nasional.
VIVA berencana melakukan PMTHMETD dengan menerbitkan maksimal 43,09 miliar saham baru Seri C. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp40. Aksi korporasi ini dilakukan untuk mengonversi utang PKPU senilai Rp1,72 triliun kepada PT Harta Abadi Jaya (HAJ) dan PT Jayakarta Sugih Makmur (JSM) sebagai pelaksanaan Putusan Homologasi. Karena berupa konversi utang, VIVA tidak memperoleh dana baru dari aksi tersebut.
HAJ dan JSM merupakan pihak terafiliasi yang sama-sama berada di bawah kendali PT Bakrie Global Ventura (BGV). Harga pelaksanaan PMTHMETD akan ditetapkan pada nilai tertinggi tim redaksi Rp40 per saham atau rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum permohonan pencatatan.
Dari aksi tersebut, pemegang saham eksisting akan mengalami dilusi sebesar 72,35%. Namun, secara proforma, rasio liabilitas terhadap ekuitas VIVA diperkirakan turun dari 11,78 kali menjadi 1,86 kali. Perubahan tersebut terjadi seiring peningkatan ekuitas dari Rp496,10 miliar menjadi Rp2,22 triliun.