Saat ini, ASII memiliki sekitar 3,86 miliar saham AUTO atau setara dengan 80% dari modal ditempatkan dan disetor. Jika seluruh saham dalam penawaran tender terserap, kepemilikan ASII dapat bertambah menjadi maksimal 4,09 miliar saham atau sekitar 84,94%.

Dengan demikian, porsi kepemilikan publik di AUTO akan menjadi sekitar 15,05%. Penawaran Tender Sukarela tersebut dilaksanakan berdasarkan POJK 54/POJK.04/2015 mengenai Penawaran Tender Sukarela.

PEHA mencatat laba bersih Rp14,97 miliar pada semester I 2026. Angka ini meningkat dibandingkan laba Rp2,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya. Penjualan bersih PEHA tercatat Rp482,85 miliar, tumbuh 5,37% secara tahunan dari Rp458,22 miliar pada semester I 2025.

Perseroan juga berhasil menekan rasio beban pokok penjualan (HPP) dari 52% menjadi 49%. Dampaknya, margin laba kotor meningkat dari 48,0% menjadi 50,4%.

Untuk pengembangan produk, PEHA sedang menyiapkan serbuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang ditujukan untuk terapi dental. Produk tersebut ditargetkan masuk pasar pada kuartal IV 2026.

Phapros juga terus mengembangkan pasar ekspor. Sejak 2014, perseroan telah melakukan pengiriman produk ke Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini.

Pada kuartal III dan IV 2026, PEHA membidik pengiriman ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja. Target penjualan ekspor yang dipatok mencapai Rp5 miliar.

KAQI menambah jaringan bisnisnya dengan membuka cabang kedua di Surabaya Barat pada 29 Agustus 2026.