Waze diketahui mengumpulkan berbagai informasi, termasuk lokasi GPS, rute perjalanan, alamat IP, serta data perangkat. Informasi tersebut berpotensi digunakan untuk memetakan pola aktivitas dan pergerakan pengguna apabila dikumpulkan dan dianalisis secara berulang.

Namun, pemerintah Malaysia mengakui belum ada bukti bahwa Waze melakukan analisis semacam itu terhadap penggunanya. Kebijakan larangan diambil sebagai langkah pencegahan terhadap potensi risiko keamanan data.

Sebagai informasi, Waze merupakan aplikasi navigasi yang berasal dari Israel dan telah diakuisisi Google pada 2013.

Menanggapi kebijakan Malaysia, Waze membantah tuduhan bahwa aplikasinya mengumpulkan informasi sensitif pemerintah atau memungkinkan pihak lain mengeksploitasi data pribadi pengguna.

"Waze beroperasi berdasarkan kebijakan privasi ketat yang melindungi data pengguna dan mematuhi standar perlindungan data global," kata juru bicara Waze kepada Reuters.

Sebagai pengganti Waze, Anwar Ibrahim mendorong penggunaan aplikasi navigasi lokal bernama TuJu. Aplikasi tersebut dikembangkan Otoritas Jalan Raya Malaysia (LLM) bekerja sama dengan Prosignal Consortium Sdn Bhd.