NADIKABAR.COM — Aspek keselamatan Maextro V800, kendaraan serbaguna mewah hasil kolaborasi Huawei dengan JAC Motors, menjadi sorotan menyusul munculnya laporan mengenai masalah rem dalam uji pengereman darurat.

Menurut siaran CarNewsChina, laporan video yang pada Kamis dirilis oleh ​​​​Dongchedi, salah satu media otomotif terkemuka di China, menunjukkan kegagalan pedal rem kendaraan itu dalam pengujian pengereman darurat.

Dalam laporan videonya, Dongchedi menyampaikan bahwa tiga unit Maextro V800 berbeda yang semuanya berjarak tempuh rendah mengalami kerusakan braket pedal rem dalam pengujian pengereman darurat dari kecepatan 100 km per jam hingga berhenti (0 km per jam) di lintasan tertutup.

Hasil analisis awal mengindikasikan adanya potensi kelemahan struktural pada rangkaian pedal.

Pusat pedal berjarak sekitar 130 mm dari sumbu poros dan area poros hanya menggunakan satu lapisan penyangga vertikal.

Model kendaraan serupa dari pemasok yang sama menggunakan dua hingga tiga lapisan penguat.

Hasil pemeriksaan terhadap komponen yang patah menunjukkan adanya bekas las pada area yang menerima beban tinggi, material yang tipis, dan kurangnya rusuk penguat.

Patahnya komponen pedal rem dapat mengakibatkan hilangnya fungsi rem kaki secara total, sehingga kendaraan terpaksa mengandalkan gigi "P" untuk perlambatan darurat.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa batasan ini memperpanjang jarak pengereman dari sekitar 38 meter menjadi kurang lebih 140 meter.

Buku panduan pengguna Maextro V800 secara eksplisit menyatakan bahwa rem darurat pada posisi gigi "P" ditujukan untuk deselerasi dan tidak dapat sepenuhnya menggantikan sistem pengereman konvensional.

Maextro dan JAC Motors belum menyampaikan pernyataan resmi untuk menanggapi laporan mengenai masalah pedal rem Maextro V800.