Adapun HexBricks merupakan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupa struktur modular yang digunakan untuk mendukung pemulihan kawasan mangrove. Teknologi ini diterapkan bersama guludan dan struktur bambu dalam pengembangan kawasan percontohan di Timbulsloko.

Kawasan tersebut mencakup area bakau seluas 6,56 hektare, dengan penanaman tahap awal seluas 1.200 meter persegi. Efektivitas penggunaan HexBricks akan dievaluasi melalui pemantauan pertumbuhan mangrove, sedimentasi, kinerja struktur, serta manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, mangrove berperan membantu meredam energi gelombang laut sehingga dapat mengurangi dampak abrasi di pesisir.

Menurut AHY, penggunaan HexBricks memiliki manfaat ekonomi karena modul tersebut diproduksi oleh masyarakat setempat.

"Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir," jelasnya.