"Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif," tutur Dody.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Rifi Firdaus Lustika juga menjelaskan bahwa tim teknis telah melakukan survei terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan yang tersebar di 3 kecamatan terdampak di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

"Dari total 33 titik itu, Alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi yang terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola. Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 mushola yang tersebar tersebut sudah selesai 100% dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat. Saat ini kami juga sedang melakukan penanganan di 2 kawasan permukiman untuk pembersihan. Dan untuk proses pembersihannya sendiri, kami menggunakan mekanisme padat karya," jelas Rifi.

Dalam pelaksanaan pembersihan di kawasan Lumin Park dan di kawasan Kampung Tanjung, masyarakat terdampak dilibatkan untuk membersihkan rumah-rumah, sedangkan pembersihan jalan dan material berat tetap dilakukan menggunakan alat berat.

"Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Dan kondisi sekarang sudah bersih dan dapat nyaman digunakan kembali," ungkap Rifi.