Salah satu masyarakat di Kampung Tanjung, Muhammad Taufik, berterimakasih kepada Kementerian PU atas penanganan cepat pascabencana yang telah dilakukan bagi kawasan permukimannya.
"Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Masalahnya, kami diikutsertakan untuk menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk membersih-bersih rumah. Warga bisa libur kerja rutin tapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Jadi terima kasih banget lah. Sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah," pungkasnya.
Selain di Kota Padang, Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, 9 lokasi terdampak material lumpur, terutama di bagian pekarangan.
Pada beberapa lokasi, lumpur juga masuk ke dalam bangunan. Saat ini seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut juga telah selesai.
Melalui penanganan darurat dan kolaborasi lintas unit kerja, Kementerian PU berkomitmen mendukung pemulihan fasilitas publik dan permukiman masyarakat pascabencana. Penerapan skema padat karya juga diharapkan tidak hanya mempercepat pembersihan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.