NADIKABAR.COM — Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kabut asap sekaligus membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Papua Barat diperpanjang hingga Sabtu 17 Oktober 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas II Rendani Manokwari Cipta Utama di Manokwari, Jumat, mengatakan operasi yang dimulai sejak 14 Oktober 2026 mengalami perpanjangan dari target awal 15 Oktober 2026.
"Besok (Sabtu) operasi hari terakhir. Logistik garam jenis Natrium Klorida (NaCI) yang tersisa untuk besok sekitar 800 kilogram dari total 8 ton," kata Cipta Utama.
Dia menjelaskan penyemaian NaCI pada operasi bertujuan mempercepat proses kondensasi dan penggabungan butir-butir air di dalam awan sehingga mempercepat terjadinya hujan.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran prioritas pelaksanaan OMC meliputi Kabupaten Kaimana, Teluk Bintuni, Fakfak, serta perbatasan antara Pegunungan Arfak dengan Maybrat, Papua Barat Daya.
"Kegiatan operasi dari hari pertama sampai dengan hari ini berjalan lancar," ujar Cipta Utama.
Dia menyebut hasil pemantauan BMKG terhadap peta sebaran titik panas di Papua Barat per 15 Oktober 2026 mengalami penurunan menjadi 87 titik dengan kategori sedang.
Tingkat efektivitas OMC yang menggunakan maskapai Smart Aviation dengan pesawat Cessna Caravan didukung potensi awan kumulus, sehingga sejumlah wilayah seperti Fakfak, Kaimana, dan Bintuni, mulai turun hujan.
"Setelah operasi, sudah mulai hujan, titik panas juga berkurang, tapi masih ada kabut asap karhutla karena kiriman dari Merauke, Papua Selatan," ujarnya.
Koordinator lapangan OMC Fais Ramadhan menjelaskan arah angin selama pelaksanaan OMC dengan lima sortie penyemaian cenderung berasal dari timur maupun tenggara.
Penyebaran NaCI untuk setiap penerbangan mencapai satu ton dengan sasaran wilayah operasi memanfaatkan potensi awan kumulus konvektif di ketinggian rata-rata 11.000 hingga 15.000 kaki.
"Sekali terbang, pesawat membawa logistik satu ton. Operasi di udara paling lama sekitar dua jam, tapi tergantung sama potensi awannya," ucap Fais.