NADIKABAR.COM — Atlet skateboard Indonesia, Zaidhar Maulana Ibrahim, membidik podium di Youth Olympic Games (YOG) 2026. Meski akan menjalani debut di ajang tersebut, Zaidhar mengaku siap secara teknik dan bertekad memberikan penampilan terbaik.
Zaidhar yang baru berusia 17 tahun terpilih mewakili Indonesia di Youth Olympic Games 2026 yang akan berlangsung di Dakar, Senegal, pada 31 Oktober hingga 13 November 2026.
Saat ini, Zaidhar tengah mematangkan persiapan di Jakarta. Ia fokus menyempurnakan trik-trik andalannya untuk menghadapi persaingan di ajang multievent olahraga level usia tersebut.
"Untuk persiapan, selama latihan di Jakarta alhamdulillah saya sudah siap. Saya mematangkan trik-trik yang saya bisa untuk dipakai di Youth Olympic nanti," ujar Zaidhar saat ditemui di sela-sela latihan di kawasan Jakarta Barat, Rabu (21/10/2026).
Pelatih skateboard, Anthony Adam Caya, menjelaskan bahwa perjalanan Zaidhar hingga lolos ke Youth Olympic Games tidak mudah. Atlet muda itu harus melewati proses kualifikasi yang ketat, mulai dari kompetisi nasional hingga kejuaraan dunia.
"Ya alhamdulillah, kemarin waktu tahun 2025 akhir, Zaidhar mengikuti kualifikasi kejuaraan dunia di Jepang hingga dia bisa terpilih mengikuti Youth Olympic di sini," kata Anthony.
Zaidhar mengaku senang bisa terpilih mewakili Indonesia. Ia juga tidak menyangka dapat menembus ajang tersebut karena sebelumnya belum memahami betapa ketatnya proses seleksi.
"Ya senang banget bisa kepilih, apalagi kan coach-coach kami tuh sudah tahu potensi saya di Youth Olympic," kata atlet yang baru berulang tahun ke-17 pada 20 Oktober lalu ini.
Sebagai debutan, Zaidhar tetap percaya diri menghadapi persaingan di Youth Olympic Games 2026. Ia memasang target naik podium meski harus bersaing dengan atlet-atlet kuat dari sejumlah negara, seperti Jepang, China, Korea, dan Amerika Serikat.
"Saya ada target buat podium dan memberikan yang terbaiklah di sana," ujar Zaidhar yang bercita-cita sebagai masinis ini.
Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Youth Olympic Games 2026, Ita Yuliati, menilai kepercayaan diri dan kesiapan mental menjadi modal penting bagi Zaidhar untuk bersaing di level internasional.
"Dia cukup optimis dan juga coach Anthony juga sangat optimis. Dan ini kan lolos kualifikasi ya, sehingga kami sangat berharap bahwa Zaidhar bisa mampu bersaing dengan atlet-atlet dunia lainnya. Dia cukup percaya diri, itu salah satu modal utama sih ya buat atlet ya dan mentalnya juga siap," kata Ita.
Tim CdM juga tengah menyiapkan keberangkatan Zaidhar dan rombongan lebih awal agar mereka memiliki waktu untuk beradaptasi dengan lokasi pertandingan.
Menurut Ita, atlet membutuhkan waktu setidaknya tiga hari untuk mengenali medan dan menyesuaikan diri sebelum bertanding. Karena itu, jadwal keberangkatan menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan agar persiapan atlet tidak terganggu.
"Jadi yang harus kami persiapkan adalah di mana mereka itu at least butuh tiga hari untuk berada di sana untuk mengenal medan dan segala macam, sehingga ini yang harus kami pertimbangkan keberangkatannya. Jangan sampai nanti terlalu mepet kemudian justru membuat atlet juga secara mental juga jadi down gitu ya. Jadi itu persiapan yang kami lakukan," ujar Ita.