Jadi, pergerakan Australia yang hanya beberapa sentimeter itu sebenarnya terus memberikan tekanan hebat pada kawasan tetangganya. Prof Zheng-Xiang Li dari Curtin University mengonfirmasi bahwa data GPS global memang menunjukkan pergerakan Australia sekitar 7 cm per tahun menuju Asia.

"Jika tren ini berlanjut, dalam satu atau dua ratus juta tahun Samudra Pasifik akan menutup dan membawa Amerika bertabrakan dengan benua Eurasia, sementara benua Australia akan bergabung dengan superkontinen masa depan 'Amasia'," sebutnya seperti dikutip dari Science Blog.

Meski begitu, prediksi mengenai "Amasia" tetap memerlukan catatan khusus. Australia memang sedang bergerak saat ini, namun apakah Amasia menjadi tujuan akhirnya? Untuk menjawab kemungkinan tersebut, kita harus menyelami lebih dalam sejarah panjang perjalanan Bumi.