"Jadi kalau prosesnya yang pasti kita kan melihat di sekitar lingkungan tersebut ya. Lingkungan tersebut dalam masalah penyelidikan biasanya menarget kepada yang pertama apakah ada bidan-bidan yang membantu kelahiran, nah dari situ tidak ada," ungkap Bodia.
Setelahnya, polisi mencari orang-orang di sekitar yang mencurigakan. Penyelidikan mengerucut kepada warga setempat berinisial WAP (18).
"Kita melaksanakan penyelidikan ke sekitar. Apakah ada orang-orang yang diduga atau gerak-geriknya mencurigakan. Dari situ kita dapat bahan keterangan," ujar Bodia.
"Informasi dari informan bahwa ada orang yang diduga ini dan ada pembicaraan-pembicaraan terkait masa kehamilan dan lain-lain. Akhirnya mengerucut kepada satu orang yang kita duga kuat," imbuhnya.
Saat diamankan, menurut Bodia, WAP mengakui perbuatannya. Dia lalu memberitahukan siapa ibu dari bayi tersebut.
"Dari situ ketika kita laksanakan pengamanan, yang mengamankan terlebih dahulu, dia mengakui. Mengakui baru dari situ kita kembangkan sampailah kepada pelaku anak," kata Bodia.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap saat seorang pencari rumput menemukan mayat bayi tertutup daster ditemukan terkubur di kebun wilayah Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi perempuan itu diperkirakan baru lahir sehari sebelum ditemukan.
Kapolsek Bandungan, Iptu Subedi menjelaskan mayat bayi itu ditemukan pada Kamis (3/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Kondisinya sudah meninggal dunia.
"Njih, sudah meninggal dunia (saat ditemukan)," kata Subedi saat dihubungi NadiKabar, Jumat (4/8).