Karena itu, tanggal awal puasa versi pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat.
Meski demikian, sejumlah kalender Hijriah dan data astronomi memperkirakan awal Ramadan 1448 H berpotensi jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.
Perbedaan tanggal awal Ramadan dapat terjadi karena adanya perbedaan metode dan kriteria yang digunakan dalam menentukan masuknya bulan baru Hijriah.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam penetapan kalendernya. Sementara itu, pemerintah menggunakan hisab dan rukyatul hilal dengan mengacu pada kriteria yang telah disepakati negara-negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Dalam bahan penetapan kalender sebelumnya, metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal digunakan dengan mempertimbangkan posisi bulan secara astronomis.
Terdapat tiga kriteria kumulatif yang digunakan, yaitu:
Telah terjadi konjungsi atau ijtimak tim redaksi Matahari dan Bulan.
Konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam.
Pada saat Matahari terbenam, Bulan masih berada di atas ufuk.
Dengan metode tersebut, penentuan awal bulan tidak bergantung pada apakah hilal dapat terlihat secara langsung atau tidak.
Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyatul hilal.
Hisab digunakan untuk menghitung posisi Bulan secara astronomis, sedangkan rukyatul hilal dilakukan dengan mengamati hilal secara langsung setelah terjadinya ijtimak.