Pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS yang menetapkan:

Ketinggian hilal minimal 3 derajat.

Sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Jika posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut pada waktu pemantauan, awal bulan Hijriah dapat ditetapkan pada hari berikutnya setelah bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari.

Karena itu, meskipun awal Ramadan 2027 versi Muhammadiyah sudah jatuh pada 8 Februari 2027, masyarakat tetap perlu menunggu keputusan pemerintah untuk mengetahui tanggal resmi yang ditetapkan secara nasional.

Jika mengacu pada KHGT Muhammadiyah, 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Sementara itu, pemerintah belum menetapkan tanggal tersebut secara resmi karena keputusan awal Ramadan akan ditentukan melalui Sidang Isbat dengan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Dengan demikian, masyarakat yang ingin mengetahui kapan puasa Ramadan 2027 dimulai perlu memperhatikan perbedaan tim redaksi kalender Muhammadiyah dan keputusan pemerintah.

Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Namun, tanggal tersebut belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menentukan awal Ramadan 1448 H melalui Sidang Isbat berdasarkan hasil hisab dan rukyatul hilal.

Sementara itu, Idulfitri 1448 H versi KHGT Muhammadiyah diperkirakan jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.

Masyarakat pun masih perlu menunggu keputusan pemerintah untuk mengetahui apakah awal puasa Ramadan 2027 akan sama dengan penetapan Muhammadiyah atau terdapat perbedaan.