Akses jalan yang membahayakan itu tidak memiliki penanda. Ia mengaku hanya menggunakan plastik seadanya untuk menutupi patahan jalan.
"Kalau orang baru lewat dia nda tahu kalau ada tanda-tanda, biasa saya pasang itu plastik tapi ada angin hilang lagi," ujarnya.
Menurut Dg Naba, patahan itu mengancam keselamatan pengendara. Satu mobil pikap dilaporkan pernah terjatuh hingga nyaris terjun ke kanal akibat patahan itu pada dua pekan lalu.
"Mobil pikap kecelakaan, ada 2 minggu kayaknya lagi muat. Kayaknya orang baru lewat itu jadi tidak na tahu, sore-sore itu (melintas), bukan malam na lewat. Jadi ini lampu tetap nyala kalau malam," jelasnya.
"Mobilnya jatuh turun ke sampingnya itu tapi nda sampai ke bawah masih sempat ditarik tapi muatannya itu jatuh. Kalau mobil itu yang satu saya lihat tapi kalau saya dengar sering memang terutama yang baru lewat," ungkapnya.
Kecelakaan akibat patahan jalan juga banyak dialami pengendara motor. Para pengendara motor berpotensi besar terjatuh jika berkendara dengan kecepatan tinggi apalagi tidak mengenal medan.
"Motor juga paling sering, pokoknya orang yang baru lewat itu dia tidak tahu ada patahan. Ini kan jalan alternatif. Motor itu sering sekali apalagi kalau kencang larinya," ucapnya.