Dia melanjutkan, kecelakaan tidak mengenal waktu baik siang maupun malam. Meski pada malam hari ada penerangan di sepanjang jalan, potensi kecelakaan masih sangat besar terjadi.
"Pokoknya siang malam ada pernah kecelakaan, lampu ada tapi sama ji na siang saja nda lihat. Sering sekali dapat di atas 10 kan ini kan sudah lama begini. Tidak kelihatan memang, saya saja pertamaku lewat kaget juga. Jadi berbahaya," jelas Dg Naba.
Hal senada juga disampaikan salah satu driver ojek online (ojol) bernama Safir. Dia mengaku harus berhati-hati akan bahaya patahan meski kerap melintas di Jalan Inspeksi Kanal Tamangapa Utara.
"Saya beberapa kali kalau lewat sini tapi memang kalau dari jauh tidak ditahu ada bolong di situ, jadi kalau laju bisa-bisa kecelakaan," kata Safir.
Safir menuturkan, jalan itu memang sering dilalui untuk menghindari macet dan buru orderan. Hanya saja hingga saat ini tidak ada penanda pada patahan jalan itu.
"Ini kan biar plastik tidak ditau apalagi sampingnya ini tidak ada tiang atau apa begitu. Ini sebenarnya lebih ke jalan pintas kalau kami apalagi kalau macet di Aroepala biasa alternatif lewat sini," ujarnya.