Kaspersky juga menemukan situs penipuan multibahasa yang memungkinkan pengunjung memilih bahasa dan mata uang transaksi. Situs tersebut menampilkan berbagai fitur iPhone Duo untuk meyakinkan calon korban.

Bahkan, pelaku mengklaim pengguna akan diarahkan ke situs resmi Apple untuk menyelesaikan transaksi. Padahal, klaim tersebut tidak benar.

Modus lainnya ditemukan pada situs berbahasa Portugis. Penipu meminta calon pembeli memasukkan nomor WhatsApp dan alamat email dengan alasan memeriksa ketersediaan iPhone Duo.

Informasi tersebut berpotensi digunakan untuk melanjutkan komunikasi pribadi dan melancarkan serangan rekayasa sosial atau social engineering.Pembeli iPhone Duo Jadi Target Menggiurkan

Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, menjelaskan bahwa peluncuran perangkat flagship menjadi momentum yang sering dimanfaatkan penjahat siber."Para penipu bergerak cepat saat perangkat unggulan diluncurkan ke pasar, karena sensasi yang muncul menciptakan urgensi, dan urgensi tersebut menurunkan kewaspadaan," ujar Olga dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, situs penipuan sengaja dirancang agar terlihat meyakinkan. Setelah menarik perhatian calon pembeli, pelaku berusaha memindahkan komunikasi ke saluran pribadi sebelum korban sempat melakukan verifikasi.

"Bagi pelaku penipuan, pembeli perangkat unggulan adalah target yang sangat menguntungkan. Mereka adalah orang yang memang sudah bersedia mengeluarkan banyak uang, sehingga lebih mungkin untuk membagikan data pribadi atau informasi pembayaran," jelasnya.