Kemudian, program ini juga dapat mengurangi impor solar dan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 44,46 juta ton CO2.
"Kalau diasumsikan 18 juta kiloliter, ini bisa setara dengan 310.000 barrel per day. Kalau lifting minyak kita 610.000 barrel per day, maka lifting minyak dari nabati ini bisa setengahnya. Sudah mencapai setengahnya, yaitu 310.000 barrel per day," katanya.
Kemudian Eniya menyebutkan bahwa program B50 diperkirakan memberikan penghematan hingga Rp 170 triliun pada 2026. Dari sisi tenaga kerja, Eniya mengatakan ada sekitar 2,1 juta tenaga kerja dapat terserap dari pengembangan industri biodiesel pada 2026.
"Sekaligus kami juga mendorong produksi FAME (Fatty Acid Methyl Ester). Jadi meningkatkan feedstock yang ada di industri FAME kita, itu diperkirakan 16 sampai 18 juta kiloliter yang dimandatorikan di tahun ini hingga Desember," katanya.