"Setelah ini kami menunggu kesediaan pihak pelapor atau korban, Yuli yang akan melaksanakan psikiater di Makassar. Dan menunggu hasil uji lab mengenai CCTV itu, belum ada (hasil). Sudah kita minta dari forensik Makassar tapi belum ada info," jelasnya.
Yuli sendiri akan menjalani pemeriksaan di psikiater di Kota Makassar. Pasalnya, Yuli masih merasa trauma buntut dugaan penganiayaan itu.
"Sementara ini sudah beberapa hari ini masuk kantor. Namun, kalau penyampaian klienku kalau trauma masih," ujar Kuasa Hukum Yuli, Aly Arsandi kepada NadiKabar, Rabu (9/9).
"Sementara klien kami fokus pada konsul psikiater dan minggu ini kita bawah ke Makassar terkait rujukan RS dan hasil konsultasi penyidik. Kita butuh hasil konsultasinya terkait psikiaternya dan kepentingan penyelidikan juga," sambung Arsandi.
Lebih lanjut Aly mengingatkan penyidik Polres Bone profesional dalam menangani kasus kliennya. Dia juga mendesak agar tim penyidik segera melakukan gelar perkara.
"Ketika penyidik sudah memeriksa terlapor dan pelapor ataupun saksi dan barang bukti, maka kami akan segera mendesak untuk dilakukan gelar secepatnya supaya klien kami akan segera mendapatkan kepastian hukum," sebutnya.
Andi Tenri sebelumnya diduga menganiaya Yuli di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Yuli yang merupakan staf Sekretariat DPRD Bone itu merasa heran dengan sikap semena-mena Andi Tenri.
"Padahal tidak ada salahku. Begitu kah namanya ketua DPRD," ucap Yuli kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).