Yuli mengaku awalnya diminta menyajikan kue untuk tamu Andi Tenri yang rencananya disambut di lounge DPRD Bone. Yuli pun menyajikan kue yang diminta, namun kembali ditelepon agar menyiapkan tambahan karena ada tamu lain yang menyusul.

"Awalnya minta kue, baru dari meka ambilkan kue langsung kusediakan karena ada dua tamunya. Satu mau disediakan di lounge. Dia telepon ka lagi kalau ada tamunya. Saya bilang ada ji kuenya karena sudah dibagi dua," ujarnya.

Saat itu, Yuli mendapat informasi dari rekannya bahwa satu kue untuk tamu lainnya dibawa ke kantin. Dia sempat mengecek stok kue di lounge DPRD Bone.

"Di situ ada yang bertugas di lounge, saya bertanya di situ, 'mana kue, karena dua tamu'. Jadi dua kue tadi kusediakan," ucap Yuli.

Yuli pun memutuskan kembali ke ruangannya hingga mendapat panggilan dari Andi Tenri agar segera ke kantin. Setibanya di kantin, Yuli mendadak dilempar bosara atau wadah yang berisi sejumlah kue.

"Satu Bosara kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol lombok," papar Yuli.

Yuli hanya terdiam keheranan saat diperlakukan kasar oleh ketua DPRD Bone. Yuli merasa dipermalukan setelah dituding tidak mempersiapkan dengan baik hidangan kue untuk tamu.

"Tidak pernah ka bicara satu kata pun. Baru dia (ketua DPRD Bone) bilang, 'tappana (mukanya), mularang ka (kamu larang saya) makan kue? Siapa yang bayar itu kue, kamu kah'," kata Yuli menirukan omongan Andi Tenri.