Itu berbeda dengan satwa grazer yang memakan rumput di area terbuka. Nah, kebiasaan makan badak jawa itu dinilai membantu mengurangi potensi paparan langsung terhadap abu vulkanik yang mungkin mengendap di permukaan vegetasi.

Selain itu, aktivitas erupsi yang disertai suara gemuruh dan dentuman juga belum menunjukkan dampak terhadap perilaku badak. Menurut Balai TNUK, meskipun suara erupsi berlangsung sekitar 25 jam dan menjadi perhatian dalam pemantauan satwa, sejauh ini tidak ada indikasi perubahan perilaku badak jawa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik tersebut.

"Kondisi geografis habitat badak yang berjarak sekitar 60 kilometer melalui laut dan 10-20 kilometer melalui daratan, serta bentang hutan yang rapat, secara alami membantu meredam suara dan mengurangi intensitas gemuruh yang mencapai habitat badak," tulis TNUK.