Dari sisi ancaman lain, Balai TNUK juga mengacu pada keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyebut erupsi Anak Krakatau saat ini tidak memicu tsunami. Dengan demikian, habitat badak jawa di Ujung Kulon dinilai tetap berada dalam kondisi aman.

Sementara itu, abu vulkanik yang terbawa angin musiman dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 20-30 knot juga belum terdeteksi mencapai habitat badak jawa. Hingga saat ini, tidak ditemukan debu vulkanik Anak Krakatau di kawasan inti habitat satwa tersebut.

"Tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon terus melakukan monitoring kondisi kawasan dan satwa secara berkala. Erupsi Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa alam memang dinamis, tetapi dengan pemantauan yang konsisten dan langkah mitigasi yang tepat, kelangsungan hidup badak jawa tetap menjadi prioritas utama," tulis Balai TNUK.