Lana memaparkan bahwa pembentukan pulau baru tersebut diinterpretasikan berkaitan erat dengan erupsi menerus Anak Krakatau pada 4-6 September 2026.

Erupsi berdurasi 25 jam pada periode tersebut memicu aliran lava deras yang menambah luas tubuh gunung api hingga 32,8 hektare.

Meski kemunculannya terkonfirmasi, dia menyatakan tim dari Badan Geologi masih memerlukan data serta kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah kedua pulau tersebut merupakan pusat titik erupsi baru atau akumulasi material erupsi sekunder.