NADIKABAR.COM — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan percepatan penyusunan zona konservasi pada seluruh 421 Cekungan Air Tanah (CAT) di Indonesia secara bertahap hingga tahun 2045, guna memperkuat ketahanan sumber daya air di tengah tantangan perubahan iklim.
Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Senin, mengatakan langkah strategis tersebut menjadi bagian dari fokus prioritas lembaganya dalam mengoptimalkan layanan geologi berbasis data dan mitigasi risiko masa {emerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Dalam arah kebijakan jangka menengah, penyusunan zona konservasi air tanah tersebut diprioritaskan rampung pada CAT yang dinilai paling mendesak hingga tahun 2029," kata dianya ketika dikonfirmasi terkait target prioritas Badan Geologi dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan dinamika geologis.
Badan Geologi dalam hal ini mengkhususkan zona konservasi atas wilayah aglomerasi, kawasan industri padat, serta daerah yang mengalami penurunan muka air tanah drastis seperti CAT Jakarta, Bandung-Soreang, Semarang, Pekalongan-Pemalang, Karawang-Bekasi, Serang-Tangerang, hingga Palangka Raya-Banjarmasin.
Menurut Lana, target penataan tersebut harus berjalan selaras dengan pengawasan lapangan yang ketat, peningkatan kepatuhan pemanfaatan air tanah, serta koordinasi lintas instansi bersama pemerintah daerah.
Selain pengelolaan air tanah, fokus prioritas Badan Geologi ke depan juga mencakup peningkatan kualitas pemetaan dan pemutakhiran data geologi, penguatan mitigasi bahaya geologi, serta penyediaan dukungan geologi lingkungan bagi tata ruang dan infrastruktur yang tangguh.
Dia menekankan seluruh rangkaian informasi geologi tersebut nantinya dipadukan secara komprehensif dengan data hidrologi, tata ruang, kependudukan, dan infrastruktur agar dapat menjadi dasar tindakan mitigasi yang efektif bagi masyarakat.