Kelelahan juga bisa muncul bersama perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi atau gangguan tidur. Jika stres menjadi salah satu pemicunya, mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas fisik ringan dan menyediakan waktu untuk relaksasi dapat membantu.

3. Kurang minum juga bisa membuat lemas

Dehidrasi merupakan penyebab lain yang terkadang tidak disadari.

Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi normal. Ketika jumlah cairan yang keluar lebih banyak dibandingkan yang masuk, seseorang dapat mengalami dehidrasi.

Menurut MedlinePlus, rasa lelah, pusing, mulut kering, rasa haus dan urine berwarna lebih gelap merupakan beberapa tanda yang dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan.

Kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda. Cuaca panas, berkeringat banyak, aktivitas fisik, demam, muntah atau diare dapat membuat kebutuhan cairan meningkat.

Karena itu, jangan menunggu sampai tubuh terasa sangat haus untuk mulai memperhatikan asupan cairan.

Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh. Jika asupan makanan tidak mencukupi atau pola makan kurang seimbang, energi yang tersedia untuk menjalankan aktivitas sehari-hari juga bisa ikut terpengaruh.

Kekurangan zat gizi tertentu juga dapat berhubungan dengan kelelahan. Salah satu contohnya adalah anemia, yaitu kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke jaringan.

Selain anemia, berbagai kondisi medis lain juga dapat menyebabkan seseorang mudah lelah. MedlinePlus mencatat penyakit tiroid, diabetes, penyakit jantung, ginjal atau hati, infeksi dan sejumlah gangguan kesehatan lainnya dapat berkaitan dengan kelelahan.

Karena itu, badan lelah tidak selalu berarti seseorang sedang kekurangan vitamin dan harus langsung mengonsumsi suplemen. Penyebabnya perlu dilihat secara keseluruhan.

5. Terlalu lama duduk juga bukan berarti tubuh benar-benar beristirahat