Ada anggapan bahwa semakin sedikit bergerak, semakin sedikit pula rasa lelah. Kenyataannya tidak selalu begitu.
Menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dan minim aktivitas fisik juga dapat membuat tubuh terasa kurang bugar. Aktivitas fisik secara rutin justru dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.
Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Jalan kaki, melakukan peregangan atau sekadar berdiri dan bergerak secara berkala selama bekerja bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi waktu duduk terlalu lama.
Yang penting adalah membangun kebiasaan bergerak sesuai kemampuan tubuh.
6. Kafein juga bisa menjadi bagian dari masalah
Kopi atau minuman berkafein memang bisa membuat tubuh terasa lebih segar untuk sementara waktu. Namun, terlalu banyak kafein, terutama jika dikonsumsi pada sore atau malam hari, dapat mengganggu tidur.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa membutuhkan kopi lagi pada keesokan harinya karena masih mengantuk. Siklus tersebut kemudian berulang.
Jadi, ketika badan terasa lelah terus-menerus, bukan cuma jumlah kopi yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana pola tidur setelah mengonsumsinya.
Rasa lelah sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu langsung dikhawatirkan. Bisa saja tubuh memang membutuhkan tidur, makanan, cairan atau waktu istirahat.
Namun, jika rasa lelah berlangsung selama berminggu-minggu, tidak membaik meski sudah cukup istirahat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Kelelahan yang menetap dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan sehingga penyebabnya perlu diperiksa. Dokter dapat menanyakan pola tidur, aktivitas, pola makan dan keluhan lain yang menyertai, kemudian melakukan pemeriksaan atau tes tertentu jika diperlukan.
Terlebih jika rasa lelah disertai keluhan lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sesak napas, pusing berulang, demam berkepanjangan, jantung berdebar, perdarahan yang tidak biasa atau perubahan kondisi tubuh lainnya.