NADIKABAR.COM — Pernah merasa badan capek seharian, padahal aktivitas yang dilakukan sebenarnya tidak terlalu banyak? Bangun tidur sudah terasa lemas, siang mulai kehilangan energi, lalu sore rasanya ingin langsung rebahan.
Kondisi seperti ini cukup umum dialami. Rasa lelah tidak selalu muncul setelah melakukan aktivitas fisik berat. Tubuh juga bisa terasa kehabisan energi karena kurang tidur, stres, pola makan, kurang minum, sampai kondisi kesehatan tertentu.
Dalam dunia medis, rasa lelah atau fatigue merupakan sensasi tubuh yang kehilangan energi dan merasa tidak bertenaga. MedlinePlus menyebut kelelahan bisa menjadi respons normal terhadap aktivitas fisik, tekanan emosional, kebosanan atau kurang tidur. Namun, kelelahan yang berlangsung lama juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan.
Lalu, apa saja penyebab badan terasa lelah meski tidak banyak bergerak?
1. Kurang tidur atau tidur tidak berkualitas
Salah satu penyebab paling sederhana adalah tidur yang kurang atau kualitas tidur yang buruk.
Tidur bukan sekadar waktu ketika tubuh berhenti beraktivitas. Ketika tidur, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan, termasuk membantu memperbaiki jaringan, menjaga sistem kekebalan tubuh dan memulihkan energi.
Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur setiap malam. Namun, durasi saja tidak selalu cukup. Seseorang bisa tidur selama beberapa jam tetapi tetap merasa lelah jika tidurnya sering terbangun atau tidak mendapatkan tidur yang cukup berkualitas.
Kebiasaan tidur terlalu larut, terlalu banyak menggunakan gawai menjelang tidur, konsumsi kafein pada sore atau malam hari, hingga jadwal tidur yang tidak teratur dapat ikut mengganggu kualitas tidur.
2. Stres juga bisa bikin badan terasa capek
Kadang-kadang tubuh terasa lelah bukan karena terlalu banyak bergerak, tetapi karena pikiran tidak pernah benar-benar beristirahat.
Pekerjaan yang menumpuk, masalah pribadi, tekanan finansial atau berbagai hal yang terus dipikirkan dapat membuat tubuh berada dalam kondisi stres. Dalam jangka tertentu, kondisi tersebut bisa membuat seseorang merasa kehabisan energi.
Itulah sebabnya ada orang yang seharian hanya duduk di depan komputer tetapi tetap merasa sangat lelah ketika pekerjaan selesai.
Kelelahan juga bisa muncul bersama perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi atau gangguan tidur. Jika stres menjadi salah satu pemicunya, mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas fisik ringan dan menyediakan waktu untuk relaksasi dapat membantu.
3. Kurang minum juga bisa membuat lemas
Dehidrasi merupakan penyebab lain yang terkadang tidak disadari.
Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi normal. Ketika jumlah cairan yang keluar lebih banyak dibandingkan yang masuk, seseorang dapat mengalami dehidrasi.
Menurut MedlinePlus, rasa lelah, pusing, mulut kering, rasa haus dan urine berwarna lebih gelap merupakan beberapa tanda yang dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan.
Kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda. Cuaca panas, berkeringat banyak, aktivitas fisik, demam, muntah atau diare dapat membuat kebutuhan cairan meningkat.
Karena itu, jangan menunggu sampai tubuh terasa sangat haus untuk mulai memperhatikan asupan cairan.
Makanan merupakan sumber energi bagi tubuh. Jika asupan makanan tidak mencukupi atau pola makan kurang seimbang, energi yang tersedia untuk menjalankan aktivitas sehari-hari juga bisa ikut terpengaruh.
Kekurangan zat gizi tertentu juga dapat berhubungan dengan kelelahan. Salah satu contohnya adalah anemia, yaitu kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke jaringan.
Selain anemia, berbagai kondisi medis lain juga dapat menyebabkan seseorang mudah lelah. MedlinePlus mencatat penyakit tiroid, diabetes, penyakit jantung, ginjal atau hati, infeksi dan sejumlah gangguan kesehatan lainnya dapat berkaitan dengan kelelahan.
Karena itu, badan lelah tidak selalu berarti seseorang sedang kekurangan vitamin dan harus langsung mengonsumsi suplemen. Penyebabnya perlu dilihat secara keseluruhan.
5. Terlalu lama duduk juga bukan berarti tubuh benar-benar beristirahat
Ada anggapan bahwa semakin sedikit bergerak, semakin sedikit pula rasa lelah. Kenyataannya tidak selalu begitu.
Menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dan minim aktivitas fisik juga dapat membuat tubuh terasa kurang bugar. Aktivitas fisik secara rutin justru dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.
Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Jalan kaki, melakukan peregangan atau sekadar berdiri dan bergerak secara berkala selama bekerja bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi waktu duduk terlalu lama.
Yang penting adalah membangun kebiasaan bergerak sesuai kemampuan tubuh.
6. Kafein juga bisa menjadi bagian dari masalah
Kopi atau minuman berkafein memang bisa membuat tubuh terasa lebih segar untuk sementara waktu. Namun, terlalu banyak kafein, terutama jika dikonsumsi pada sore atau malam hari, dapat mengganggu tidur.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa membutuhkan kopi lagi pada keesokan harinya karena masih mengantuk. Siklus tersebut kemudian berulang.
Jadi, ketika badan terasa lelah terus-menerus, bukan cuma jumlah kopi yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana pola tidur setelah mengonsumsinya.
Rasa lelah sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu langsung dikhawatirkan. Bisa saja tubuh memang membutuhkan tidur, makanan, cairan atau waktu istirahat.
Namun, jika rasa lelah berlangsung selama berminggu-minggu, tidak membaik meski sudah cukup istirahat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Kelelahan yang menetap dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan sehingga penyebabnya perlu diperiksa. Dokter dapat menanyakan pola tidur, aktivitas, pola makan dan keluhan lain yang menyertai, kemudian melakukan pemeriksaan atau tes tertentu jika diperlukan.
Terlebih jika rasa lelah disertai keluhan lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sesak napas, pusing berulang, demam berkepanjangan, jantung berdebar, perdarahan yang tidak biasa atau perubahan kondisi tubuh lainnya.