Gelombang ini bisa dihasilkan lewat dua sumber yakni langsung oleh ledakan gelembung gas raksasa di dekat permukaan kolom magma atau resonansi (saat ada perubahan tiba-tiba di saluran magma).
Gelombang akustik biasanya dijadikan indikator utama untuk memprediksi letusan. Dengan menganalisis bagaimana gelombang akustik merambat dan melemah, para ilmuwan dapat menghitung banyak kandungan gas dalam magma, seberapa kental magma atau kedalaman posisi magma.
Lana menjelaskan lebih lanjut bahwa gelombang akustik yang berfrekuensi rendah bisa merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu. Rambatan tersebut akhirnya yang dirasakan sebagai getaran atau dentuman.
Ditambah dari penjelasan pada laman Oregon State University, gelombang akustik terjadi sebelum letusan. Gelombang ini berasal dari pemberian tekanan pada badan magma di celah dan saluran, ledakan gelembung, serta resonansi sistem hidrotermal superpanas di dekat permukaan gunung api.
Bagaimana gelombang akustik bisa muncul? Saat magma naik ke permukaan, gas-gas membangun tekanan dalam magma.