Hal itu membuatnya memaksa celah dan koro terbuka dan meluas menembus bebatuan. Tekanan tinggi dari magma pun menyebabkan volume beresonansi.
Sinyal akustik tersebut kaya akan gas dan gelembung besar bahkan cairan hidrotermal yang bertekanan tinggi, yang kemudian disebut tremor vulkanik.
Tremor vulkanik sering digunakan bersamaan dengan kawanan gempa (earthquake swarms) sebagai peringatan geofisika bahwa letusan sudah dekat.
Gelombang akustik bukan hanya sekadar suara ledakan, melainkan getaran energi dalam medium magma-gas yang perilakunya sangat dipengaruhi oleh kandungan gelembung gas dan kekentalan magma.