NADIKABAR.COM — Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria menyampaikan terkait dentuman dan getaran yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat. Ia menyebut fenomena tersebut berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Kami perjelaskan juga bahwa pada tanggal 4 sampai 5 September 2026, ada suara dentuman tadi dan getaran pada kaca serta pintu yang dilaporkan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Tentunya ini kita apa namanya, melihat bahwa kesesuaian waktu dan erupsi gunung api Krakatau dan sinyal pada stasiun pemantauan di Jawa Barat mendukung kuat bahwa fenomena tersebut berasal dari gelombang akustik erupsi gunung api Krakatau," kata Lana dalam konferensi pers daring pada Minggu (6/9/2026) dihimpun dari keterangan resmi.
Kemudian ia menjelaskan bahwa gelombang akustik bisa merambat jauh dalam atmosfer tertentu. Misalnya seperti gelombang pada erupsi Gunung Kelud yang terdengar hingga Jawa Tengah.
Mengutip publikasi ilmiah berjudul "Propagation of acoustic waves in a viscoelastic two-phase system: influence of gas bubble concentration" oleh Emanuele Marchetti dkk (2004), gelombang akustik didefinisikan sebagai gangguan tekanan atau getaran yang merambat melalui suatu medium bisa berupa gas, cair, atau padat.
Dalam studi vulkanologi, gelombang akustik adalah "suara" yang dihasilkan oleh aktivitas magma di bawah tanah dan ledakan di kawah yang membawa informasi penting tentang apa yang sedang terjadi di dalam gunung api.