NADIKABAR.COM — Tidur sering kali menjadi hal yang dikorbankan ketika kesibukan sedang menghampiri. Ada yang harus bangun pagi untuk bekerja, menyelesaikan tugas hingga larut malam, atau sekadar terbiasa menghabiskan waktu dengan menonton film dan bermain gawai.
Akibatnya, tidur lima jam dalam sehari sudah jadi kebiasaan yang normal. Apalagi kalau tubuh sudah terbiasa dengan pola tersebut dan seseorang merasa masih mampu menjalani aktivitas seperti biasa.
Namun, terbiasa tidur lima jam bukan berarti tubuh sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), orang dewasa dianjurkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam secara rutin untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh secara optimal. Tidur kurang dari tujuh jam secara teratur kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
Salah satu hal yang membuat kebiasaan tidur lima jam sulit disadari adalah kemampuan tubuh untuk beradaptasi.
Seseorang mungkin sudah tidak merasa terlalu mengantuk setelah beberapa waktu tidur singkat. Namun, kurang tidur tetap dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk konsentrasi, kecepatan reaksi, kemampuan mengambil keputusan, dan produktivitas.
National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) menyebutkan bahwa kekurangan tidur dapat membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan, memiliki waktu reaksi yang lebih lambat, serta lebih sering melakukan kesalahan. Bahkan, kehilangan satu hingga dua jam tidur setiap malam selama beberapa malam dapat berdampak cukup besar terhadap kemampuan seseorang untuk berfungsi pada siang hari.
Jadi, merasa "sudah biasa" tidur lima jam tidak selalu berarti tubuh benar-benar sudah beradaptasi dengan baik.
Apa yang terjadi jika berlangsung lama?