Masalahnya bukan hanya rasa kantuk pada siang hari. Jika tidur lima jam menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, kekurangan tidur dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.
Konsensus AASM dan Sleep Research Society menemukan bahwa tidur kurang dari tujuh jam secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke, depresi, gangguan fungsi kekebalan tubuh, serta meningkatnya risiko kesalahan dan kecelakaan.
Tidur juga memiliki kaitan dengan kesehatan jantung. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa selama tidur normal, tekanan darah akan menurun. Ketika seseorang mengalami masalah tidur atau kurang tidur, tekanan darah dapat berada pada kondisi lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Artinya, tidur bukan sekadar waktu ketika tubuh "mati sementara". Saat tidur, tubuh tetap melakukan berbagai proses penting untuk pemulihan dan menjaga fungsi organ.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi metabolisme dan kebiasaan makan.
Dalam penelitian yang dirangkum National Institutes of Health (NIH), orang yang hanya tidur lima jam per malam selama periode penelitian mengalami perubahan metabolisme, termasuk penurunan sensitivitas insulin dan kecenderungan lebih banyak mengonsumsi makanan ringan setelah makan malam.
Hal ini menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya membuat seseorang mengantuk, tetapi juga dapat berhubungan dengan perubahan cara tubuh mengatur energi dan nafsu makan.
Apakah tidur lima jam sesekali berbahaya?