NADIKABAR.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui terjadi pergeseran konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), dari nonsubsidi ke subsidi. Sebagai contoh, beralih dari Pertamax ke Pertalite yang merupakan BBM subsidi.
Pergeseran konsumsi ini terjadi karena ada selisih harga yang cukup besar antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
"Sekarang kan kita tahu bahwa ada terjadi shifting kan dari yang tidak memakai BBM subsidi, sekarang mereka memakai BBM subsidi. Pasti kan ada peningkatan permintaan," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan pemerintah tetap akan menahan harga BBM subsidi hingga akhir tahun, meskipun harga minyak dunia fluktuatif.
"Kemudian harga energi yang semakin hari fluktuatif sekali, dinamis, kemudian kepastian subsidi. Dan kita dapat pastikan bahwa subsidi sampai dengan akhir tahun, harga BBM tidak akan naik," ujar Bahlil.