"Ya memang harus survival. Kita sebagai pejabat negara, bapak presiden sebagai presiden, pasti apa yang disampaikan presiden semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu.
Mengingat Indonesia yang sedang dalam kondisi bertahan, Ketua Umum Partai Golkar itu pun membuka peluang menghentikan ekspor ke negara tetangga karena prioritasnya adalah pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
"Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga karena harus survival kan, harus penuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Bahlil.