NADIKABAR.COM — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah ikut terlibat dalam pertemuan bersama diduga beberapa ketua partai politik dengan diduga empat jenderal polisi terkait penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan empat jenderal polisi aktif, termasuk eks Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Bahlil membela diri dengan mengklaim dirinya juga sebagai korban penyadapan empat jenderal Polri itu. Dia tak menyebutkan asal informasi dirinya sebagai korban penyadapan. Namun, Bahll mengatakan bagaimana dia ikut terlibat, padahal dirinya juga disadap.
"Gimana saya ikut penyadapan presiden, saya saja disadap,"ujarnya saat pidato di acara pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku, Ambon, Sabtu (7/11).
Bahlil kemudian menegaskan dukungan penuh Bareskrim Polri mengusut tuntas terkait kasus penyadapan terhadap presiden Prabowo Subianto.
"Yang pertama menyangkut dengan proses penyadapan kepala negara dan pejabat yang lain maupun tokoh masyarakat kita meminta kepada aparat penegak hukum melakukan penyelidikan tuntas, transparan agar lebih terang benderang," kata pria yang juga Menko Hilirisasi dan Transisi Energi cum Menteri ESDM tersebut.