Bahlil lalu 'menyerang' penyebar rumor dibuat-buat atau mengarang yang menyebut dirinya ikut terlibat dalam kelompok penyadap presiden tersebut.
Awalnya, kata dia tidak mau mengambil pusing dengan informasi yang beredar bahwa dalam pertemuan tersebut turut dihadiri Bahlil. Ia baru percaya dengan informasi tersebut setelah tiba di Ambon, Maluku untuk melantik pengurus DPD Partai Golkar Maluku.
"Tadi pagi saya turun dari pesawat, [pernyataan konfirmasi tudingan] mengarah kepada saya, saya mengatakan bahwa itu tidak samasekali benar dan saya meminta jangan salah bicara," ucapnya.
Salah satunya, sosok yang disebutnya sebagai senior, yang membicarakan soal dugaan keterlibatan dirinya saat tampil dalam sebuah siniar (podcast).
"Itu senior saya, selalu tampil di program podcast, selalu pakai kacamata, sok pintar bicara,"kata Bahlil.