Bahlil juga mendapat laporan dari Direktur Utama Pertamina bahwa proses distribusi BBM terkendala kondisi sungai imbas cuaca kemarau. Hal itu membuat sungai mengalami kedangkalan, sehingga memengaruhi proses distribusi menggunakan kapal.
"Tadi Pak Dirut Pertamina menyampaikan kepada saya, ada beberapa wilayah yang tadinya kita distribusi kapal pakai sungai, sekarang sebagian sungai itu mengalami pendangkalan akibat cuaca. Karena pendangkalan, maka tadinya kapal yang bisa masuk dengan skala besar, itu tidak bisa lagi," jelas Bahlil.
Terkait kondisi tersebut, Bahlil membeberkan upaya yang dilakukan Pertamina, termasuk mengalihkan proses distribusi dari menggunakan kapal ke transportasi darat.