Terkait rencana penambahan kuota tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan kebutuhan anggaran subsidi apabila kuota Pertalite ditambah. "Ya pasti kita sudah memikirkan lah ya," ujarnya melanjutkan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas melaporkan, realisasi penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tahun 2026. Di mana hingga 30 Juni 2026 realisasi penyaluran solar subsidi telah mencapai 9,48 juta kiloliter (KL) atau 50,85% dari kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 18,64 juta KL. Sementara itu, penyaluran minyak tanah tercatat mencapai 0,26 juta KL atau 48,91% dari kuota 0,53 juta KL.

"Sementara untuk jenis Pertalite RON 90, realisasi penyaluran mencapai 13,96 juta kiloliter atau setara 47,68% dari kuota yang ditetapkan dalam APBN 29,27 juta kiloliter," katanya Wahyudi dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Kamis (16/7/2026).