NADIKABAR.COM — Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa partai berlambang pohon beringin itu lahir bukan semata-mata untuk menjadikan ketua umumnya (ketum) sebagai Presiden atau Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia.
Sejak Golkar lahir tahun 1964 dan mulai mengikuti pemilihan umum tahun 1971, menurut dia, belum pernah ada Ketua Umum Golkar yang menjadi Presiden. Pasalnya, dia mengatakan Golkar didirikan untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara.
"Partai Golkar didirikan untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik sebenarnya dulu," kata Bahlil usai menghadiri acara tasyakuran HUT Ke-62 Partai Golkar di Jakarta, Selasa.