Menurut Bahlil, pembukaan lahan tambang secara berlebihan menyebabkan pasokan batu bara Indonesia melimpah sehingga komoditas tersebut dijual dengan harga murah.

Bahlil mengungkapkan, pemerintah sebelumnya telah membuat aturan untuk menaikkan Harga Batu bara Acuan (HBA). Namun, kebijakan tersebut tidak diindahkan sehingga pemerintah kemudian memilih menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Menurut dia, strategi tersebut mulai menunjukkan hasil, dengan harga batu bara pada 2026 yang dapat mencapai 154 dolar AS.

"Jangan kita mengelolanya seperti orang yang kelaparan. Jangan seperti orang yang baru puasa, tiba-tiba buka puasa, apa aja yang mau dimakan," ujarnya.

Bahlil meminta pengusaha tidak saling mendahului. Ia memahami pengusaha selalu ingin meraih keuntungan maksimal, tetapi pembagian RKAB juga harus adil. .