Besarnya pasokan itu tidak berbanding lurus dengan keuntungan. Profit perusahaan tidak terlalu besar dan pendapatan negara tidak maksimal.
Menurut Bahlil, pembukaan lahan tambang yang jorjoran membuat batu bara Indonesia akhirnya dijual murah.
Bahlil mengaku sempat membuat aturan untuk menaikkan Harga Batubara Acuan (HBA), tetapi kebijakan tersebut kurang direspon oleh pasar. Pemerintah kemudian memilih menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan sehingga harga batu bara tahun ini bisa mencapai 154 dolar AS.
"Jangan kita mengelolanya seperti orang yang kelaparan. Jangan seperti orang yang baru puasa, tiba-tiba buka puasa, apa aja yang mau dimakan," jelasnya.