NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah atau crude storage di sejumlah wilayah Sumatra. Rencana ini dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Bahlil mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung minyak mentah hasil impor sehingga Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih memadai. Di mana nantinya diharapkan ketersediaan stok minyak bisa mencapai 60 hari.
"Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," ujar Bahlil dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Bahlil menjelaskan, studi kelayakan pembangunan fasilitas tersebut telah rampung. Pemerintah selanjutnya akan melakukan peninjauan lokasi mulai akhir tahun ini, dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, dan mitigasi risiko bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur energi berlangsung secara terencana dan memenuhi standar keamanan.