Jika harga minyak terus meningkat, kebutuhan dana untuk menutup subsidi energi berpotensi bertambah. Meski begitu, Bahlil memperkirakan harga ICP masih bisa berada di bawah US$100 per barel jika tren saat ini berlanjut.

"Sekarang rata-rata ICP di angka US$92 per barel. Padahal di dalam APBN itu sekitar US$70. Kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$100 per barel," ujarnya.

Dalam rapat yang membahas dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming itu, Bahlil juga memaparkan capaian sektor energi dan sumber daya mineral.

Ia menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM yang ditargetkan sebesar Rp133 triliun diperkirakan melampaui Rp160 triliun.