NADIKABAR.COM — Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude oil storage) di sejumlah wilayah Sumatra untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi hingga mencapai 60 hari.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung minyak mentah yang diimpor Indonesia sehingga dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," kata Bahlil seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Bahlil mengatakan studi kelayakan atau feasibility study (FS) pembangunan fasilitas tersebut telah selesai. Pemerintah, kata dia, selanjutnya akan memulai pengecekan lokasi pada akhir tahun ini.
"FS-nya sudah selesai. Di akhir tahun ini akan memulai untuk kita mengecek lokasinya dari sisi keamanan, baik dalam konteks gempanya maupun keamanan lokalnya," ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak mentah agar mendekati standar minimum dunia yang mencapai 90 hari.