"Storage-nya kita akan berusaha untuk mencapai target standar minimum dunia. Standar minimum dunia itu kan di tiga bulan, 90 hari. Jadi kita akan mendekati ke sana. Minimal kalau tidak sama, minimal mendekati ke sana," kata Bahlil.
Dia menambahkan aspek keselamatan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut, termasuk potensi risiko gempa bumi dan kondisi keamanan wilayah setempat.
"Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyampaikan pemerintah menyiapkan implementasi bahan bakar campuran etanol hingga 50 persen (E50) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
"Presiden menanyakan kesiapan tentang implementasi daripada E20 dalam rangka mendorong ketahanan energi kita. E20 sampai E50 dan kami sudah menyiapkan renstra saya dengan Pak Mentan," kata dia.