Bahlil mengatakan penyiapan kebijakan tersebut membutuhkan kolaborasi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian, terutama dalam penyediaan bahan baku dari sektor hulu.
Menurut dia, sinergi kedua kementerian diperlukan untuk mendukung rencana pengembangan bahan bakar campuran etanol tersebut.
Di sisi lain, kata dia, pemerintah tetap mempertahankan kebijakan biodiesel B50.
Dia mengatakan pengembangan bahan bakar nabati tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menghadapi ketidakpastian kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi sektor energi.
"Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tahu ujungnya ke mana," ujar Bahlil.