Ia membeberkan saat ini kebutuhan LPG Indonesia mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Jika ditambah kebutuhan industri yakni Lotte, maka total konsumsi LPG nasional diperkirakan mencapai 11-12 juta ton per tahun.

Sementara itu, kapasitas produksi LPG dalam negeri hanya sekitar 1,8 juta ton per tahun.

"Jadi, kita impor itu kurang lebih sekitar 7 sampai 8 juta ton per tahun. Dan total subsidi untuk LPG yang dipakai oleh konsumsi masyarakat di saat ICP-nya masih di US$ 78 per barel, itu subsidi kita mencapai Rp 87 triliun. Tapi begitu ICP-nya rata-rata sekarang di angka US$ 90 sampai US$ 100 per barel, itu subsidi kita di atas hampir Rp 100 triliun. Ini devisa kita banyak sekali yang keluar dan kemudian mampu kita subsidi kepada rakyat yang begitu besar," terangnya.