Oleh karena itu, tambah Bahlil, pemerintah saat ini sedang menyiapkan alternatif dari LPG, yakni CNG (compressed natural gas) atau gas alam dikompresi.
Ia menyampaikan CNG bukanlah sumber energi baru sebab sejumlah restoran dan hotel sudah memakai CNG.
"Dan harganya lebih murah 30 sampai 40 persen. Itu memakai gasnya yang jenis C1, C2. Itu melimpah di negara kita," ucap Bahlil.
Dengan demikian, ia meyakini CNG dapat menjadi substitusi impor LPG. Adapun yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah adalah memastikan kelancaran uji coba tabung 3 kg untuk CNG.
"Ini sebagai strategi untuk bagaimana kita melahirkan substitusi impor, namun tabungnya yang 3 kg ini lagi diuji. Kalau tabung yang 12 kg itu sudah dipakai," kata Bahlil.